Mewujudkan Dapur Sehat

dapur minimalis sehat

Tahukah kamu betapa pentingnya dapur sehat bagi keluarga?

Sebagai area yang memproduksi ‘isi perut’ dari pemilik rumah, dapur harus kita perhatikan dengan saksama.

Salah satu poin yang menjadi fokus utama, yakni unsur kesehatan dari kontruksi dapur itu sendiri. Hal ini mencakup ventilasi, cahaya, kelembapan, hingga manajemen limbah rumah tangga.

Bagaimana cara mewujudkan fokus utama tersebut? Berikut pembahasannya.

Poin-Poin Mewujudkan Dapur Sehat

1. Ventilasi Dapur

Fungsi utama dari ventilasi dapur, yakni menjaga kelembapan udara. Beragam sisi kesehatan dapur dipegang oleh ventilasi, misalnya kesegaran dapur, asap, bau busuk, hingga kuman atau bakteri.

Bagaimana ventilasi yang bagus?

  • Ukuran ventilasi permanen maupun insidentill minimal 5% dari luas lantai dapur
  • Ventilasi menyaring udara yang masuk
  • Aliran udara yang lancar melalui cross ventilation

2. Pencahayaan

Selain ventilasi, kelembapan ruangan juga diatur oleh pencahayaan. Usahakan pada dapur Anda terdapat cahaya matahari yang langsung masuk, biasanya melalui atap plastik transparan atau sistem buka tutup pada atap Anda.

Opsi lainnya.

Yakni menggunakan jendela kaca pada dapur.

Istilah lain dari cahaya matahari ini biasa dikenal skylight. Jadi, sederhananya upayakan agar ada cahaya matahari yang masuk.

Akan lebih baik bila dapur tersebut tidak menggunakan lampu di siang hari karena intensitas cahaya yang banyak.

3. Saluran Limbah

Sebagai area yang sering kotor,faktor kesehatan berikutnya, yakni saluran limbah.

Perhatikanlah dengan saksama bagaimana jalur dari pipa tersebut. Mengapa?

Karena, limbah dapur terdiri dari air-air kotor yang banyak mengandung lemak. Saat kondisi panas tentu lemak tersebut mudah larut dan akan mengalir dengan air sendiri.

Bagaimana bila sudah dingin?

Tentu lemak akan mengeras dan berpotensi menyumbat saluran air.

Apa solusi untuk hal ini?

Desainlah pipa buangan tersebut agar mudah dibersihkan dan dalam kemiringan yang cukup agar aliran air kotor cepat mengalir sehingga meminimalisir tersumbatnya pipa.  

4. Tempat Sampah

Selain limbah, tempat sampah merupakan hal WAJIB yang harus ada di dapur.

Tapi. Usahakan agar yang tertutup ya.

Tujuannya apa? Ya, tahu sendiri lah.

5. Lantai Dapur

Wah, lantai juga diperhatikan?

Yap. Beberapa kriteria lantai dapur yang direkomendasikan, seperti kedap air sehingga tidak mudah menyerap air-air yang berbau busuk.

Material yang cocok, seperti keramik atau marmer.

Selain kedap air, sebaiknya mudah dibersihkan, halus, dan tidak licin. Bila menggunakan keramik biasanya terdapat tekstur yang berbeda antara keramik lantai dapur dengan biasanya, biasanya lebih bertekstur.

6. Dinding

Begitu pula dengan dinding. Sebaiknya gunakan cat yang kedap air pula agar percikan-percikan bekas aktivitas mudah dibersihkan bila menempel.  

Tentu ini bertujuan agar kuman atau jamur tidak tumbuh yang bisa membuat mata tak sedap saat memandang.

7. Backsplash

Perlakuan khusus dinding ada pada bagian backsplash.

Backsplash?

Ya, backsplash merupakan bagian dapur yang sangat rentan terkena kotoran, seperti dinding di belakang kompor atau wastafel.

Sebagaimana yang disampaikan oleh pemilik situs didekor.com dinding tersebut perlu dilapisi oleh bagian khusus.

Beberapa material yang bisa digunakan untuk area backsplash ini, seperti keramik (umumnya), marmer, kaca, dan bahan lainnya yang kedap air dan mudah dibersihkan.

Saat memilih backsplash. USAHAKAN.

Agar backsplash juga mendukung desain dapur agar terlihat lebih cantik, ya! Misalnya warna yang berbeda atau motif tertentu.

8. Plafon

Poin terakhir adalah plafon. Desainlah plafon dapur rata dan tak banyak lekukan.

Mengapa?

Karena, banyaknya lekukan berpotensi susah saat membersihkannya dan kemungkinan bisa dihuni oleh serangga maupun laba-laba.

Pada bagian plafon, bila memungkinkan tambahkanlah cerobong asap yang berfungsi membuang asap bekas memasak.

Bagaimana?

Semoga tips ini bermanfaat, ya! Jangan lupa diimplementasikan demi mewujudkan dapur yang sehat.